Monday, May 6, 2013

Karunia-Mu (ノ ^ ω ^) ノ

Hembusan angin seolah mengetuk jendela kamarku
Segeralah aku bangkit seraya membuka mataku
Kurasakan dinginnya embun yang seakan menutupi pandanganku
Kuhirup segarnya udara yang menggetarkan nafasku

Pepohonan amat kokoh berdiri
Berbaris layaknya para tentara
Burung pun berkicau dengan riang
Berperang, layaknya sang pejuang

Dari sudut pandanganku, kulihat seberkas cahaya yang datang
Cukup menyilaukan mataku
Langkahnya perlahan dan semakin terang
Terang, kemilau, dan sungguh cemerlang

Lengkap sudah pandanganku
Memandang ciptaan-Mu
Terima kasih atas karunia-Mu
Wahai Tuhanku...

By : Ekka Sulistiana