Saat Sezi berjalan menuju perpustakaan, dia melewati kelas Gilang. Sezi menghentikan langkahnya setelah mendengar isak tangis yang begitu kencang dari dalam kelas Gilang. Jerit tangis yang diselingi dengan memanggil nama Gilang.
"Gilang kenapa?" tanya Sezi lirih kepada salah satu teman sekelas Gilang.
"Gilang meninggal!" jawabnya. Mendengar jawaban itu, Sezi merasa tak berdaya. Dia kehabisan tenaga. Tubuhnya lemah. Tatapan matanya kosong, berkunang-kunang, dan perlahan menjadi gelap. Dia tak bisa mengendalikan tubuhnya, yang akhirnya rebah ditempat.
***
Perlahan, Sezi membuka matanya. Tak ada siapapun di sana. Hanya Riko yang ada disampingnya.
"Kak Sezi?" Riko menyapa.