Tuesday, November 18, 2014

[Hati Untuk Ammar] "Pisang Goreng Membawa Kebahagiaan"

        Aku menghela nafas lega, akhirnya tugas yang membuatku pusing tujuh keliling telah rampung. Kulepaskan kepenatanku dengan menghirup udara sore hari yang sejuk, karena baru saja diguyur hujan. Kusandarkan punggungku pada salah satu kursi yang terletak di teras rumahku. Seorang anak laki-laki kecil yang membawa keranjang melintas di depan rumahku sambil berteriak, “Pisang goreng...pisang goreng...” Mendengar teriakan itu, perutku langsung keroncongan. Ini pertanda bahwa aku harus segera memanggil anak itu dan membeli pisang goreng yang dijualnya.

            “Prokprokprok!” karena malas berteriak, aku menepukkan kedua telapak tangan dengan harapan anak yang sudah hampir sampai diujung jalan itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku. Usahaku berhasil, anak itu memutar balik langkahnya dan berjalan kearahku. Aku yang menunggu di depan pagar rumah, berdiri sambil memeriksa saku kemeja yang kukenakan, berharap masih ada sisa rupiah didalamnya sehingga aku tak perlu repot-repot untuk berlari kedalam rumah guna mengambil uang. Syukurlah, masih ada uang sepuluh ribu rupiah di saku kemejaku. Sesampainya anak itu dihadapanku...