Kata
“pulsa” memang sudah tidak asing lagi bagi hampir setiap kalangan. Mulai dari anak
kecil, hingga orang dewasa. Pulsa memang identik dengan alat-alat komunikasi
seperti telepon genggam, atau yang lebih familiar
dengan sebutan “Hp”. Sebenarnya,
pengertian pulsa itu apa, sih? Ayo,
jangan mengaku paham soal pulsa jika definisi dari pulsa itu sendiri kita tidak
tahu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pulsa berarti; 1. denyut nadi yg terjadi karena
detak jantung; 2. tegangan atau arus
yg berlangsung beberapa lama, berbentuk segi empat atau gelombang sinus; 3. satuan dalam perhitungan biaya
telepon; 4. Mus rangkaian denyutan berulang secara
teratur yg terasa dalam musik.
Dari
beberapa definisi di atas, yang paling sesuai dengan pembahasan kita kali ini
adalah definisi ketiga, yang menyebutkan bahwa pulsa adalah satuan dalam
perhitungan biaya telepon. Saat ini, pengguna telepon di Indonesia telah
mencapai puluhan juta orang. Semakin lama, jumlah tersebut akan cenderung bertambah.
Hal tersebut dikarenakan kebutuhan orang-orang akan komunikasi terus meningkat.
Komunikasi seolah telah menjelma menjadi kebutuhan pokok yang harus selalu
terpenuhi guna menunjang kegiatan sehari-hari.
Dewasa
ini, peranan pulsa juga kian bertambah. Pulsa tidak lagi hanya digunakan untuk
menghitung biaya telepon. Seperti yang telah kita ketahui, pulsa juga bisa
digunakan sebagai satuan dalam menghitung biaya internet. Bicara mengenai
internet, juga berarti bicara mengenai perkembangan zaman yang semakin maju
dengan teknologi yang semakin canggih dan modern. Semua kebutuhan orang-orang
dalam kehidupan sehari-hari dapat digali informasinya melalui internet. Semua
pertanyaan yang muncul dalam benak setiap orang, bisa terjawab dengan searching menggunakan internet.
Beberapa
tahun silam, tepatnya sebelum masuk abad ke-20, orang-orang yang mampu
mengoperasikan atau menggunakan jaringan internet, hanya segelintir. Paling
tidak, bagi orang-orang yang memang telah berpendidikan tinggi. Dengan pesatnya
perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, penikmat internet sudah mencakup
ruang lingkup yang luas dan hampir pada seluruh kalangan. Jika pada masa
lampau, internet hanya dibutuhkan oleh orang-orang dewasa, mahasiswa, murid
SMA, sekarang internet sudah menjalar ke dunia anak-anak. Bahkan bukan hanya
bagi orang-orang yang tinggal di tengah kota. Orang-orang yang tinggal di
daerah pelosok pun, seperti di desa, juga membutuhkan internet. Hanya saja,
mereka memiliki berbagai kendala untuk bisa menikmati kecanggihan teknologi
tersebut.
Kendala
yang dihadapi tersebut merupakan akibat dari kurang meratanya pembangunan
infrastruktur telekomunikasi di berbagai desa, yang menyebabkan sulitnya
jaringan internet untuk masuk ke desa. Sehingga, akan banyak keluhan yang
muncul ketika orang-orang yang berkeinginan untuk mengakses internet, tak dapat
memenuhi keinginan tersebut karena tak ada jaringan atau sinyal.
Selain
kesulitan dalam menemukan jaringan atau sinyal, masyarakat desa juga kesulitan
dalam menemukan persediaan pulsa, baik pulsa dalam bentuk voucher fisik, maupun
pulsa elektrik. Kurang meratanya pendistribusian menjadi salah satu masalah
yang cukup besar. Padahal, pulsa adalah komponen paling penting (selain
baterai) yang dapat mendukung sebuah handphone
atau gadget lainnya agar dapat
berfungsi secara optimal. Tanpa pulsa, handphone tersebut seakan tak ada
gunanya. Tak bisa digunakan untuk menelepon, untuk SMS, bahkan untuk mengakses internet.
Jaringan
(sinyal) dan pulsa, adalah dua hal yang erat kaitannya. Meski sinyalnya kuat,
jika tak ada pulsa, yang ada hanyalah sia-sia. Tetap saja tidak bisa mengakses
internet maupun menelepon dan SMS.
Begitupun sebaliknya, jika pulsanya banyak, namun tak ada jaringan, maka
koneksinya akan mengalami kegagalan. Akan tetapi, kedua hal yang sering menjadi
kendala bagi masyarakat desa tersebut sebenarnya dapat diatasi sekaligus dengan
satu cara. Dalam hal ini, peran pemerintah maupun swasta sangatlah penting.
Dengan kerjasama yang baik antara pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat,
maka dapat mendorong desa tersebut mengalami sedikit demi sedikit kemajuan.
Masyarakat desa yang merasa bahwa internet sangat dibutuhkan oleh mereka, dapat
mengusulkan secara baik-baik kepada pemerintah untuk bisa memberikan subsidi
berupa pembangunan perangkat telekomunikasi yang dapat membantu lancarnya
pengoperasian internet di desa tersebut. Berbagai perusahaan yang bergerak di
bidang telekomunikasi juga dapat dimintai bantuan untuk bekerja sama. Misalnya
operator, yang dapat mendukung penyediaan jaringan telekomunikasi untuk
mengoneksikan internet serta menyiapkan tenaga yang berfungsi menyosialisasikan
keberadaan internet, sekaligus sebagai staf pengajar supaya masyarakat yang
masih awam dengan dunia teknologi dapat mengoperasikan internet. Dengan bantuan
dari berbagai pihak, maka keinginan masyarakat desa untuk bisa menikmati
kecanggihan teknologi dapat segera terpenuhi.
Bisa
dibayangkan, betapa banyak manfaat internet bagi masyarakat desa. Mereka bisa
mengakses situs-situs penting yang mereka butuhkan. Mereka bisa menggali
beragam informasi melalui internet. Bisa menambah lebih banyak teman yang
berasal dari daerah yang jauh (melalui sosial media), dan juga bisa menambah
setumpuk pengetahuan serta wawasan yang luas. Selain itu, internet juga bisa
dijadikan sebagai media promosi bagi masyarakat desa yang produktif, atau yang
memiliki kemampuan memproduksi sebuah produk. Sehingga, produk mereka juga bisa
dikenal oleh orang-orang diluar desa tersebut. Hal itu sangat membantu dalam mengembangkan
usaha atau bisnis yang mereka jalani. Internet juga bisa dimanfaatkan untuk
mengenalkan potensi desa dan tempat wisata tradisional ke seluruh masyarakat
dunia. Karena itu, keberadaan internet akan mampu meningkatkan taraf hidup
masyarakat.
Seperti
yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa internet juga membutuhkan pulsa sebagai
satuan hitung atas biaya yang digunakan dalam mengaksesnya. Sehingga, peranan
pulsa sangatlah penting. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang baik
juga dapat membantu penyebaran atau pendistribusian pulsa, baik pulsa yang
berupa voucher fisik, maupun pulsa elektrik. Pulsa juga bisa dijadikan bisnis
kecil-kecilan oleh kalangan manapun. Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang
masih berstatus pelajar pun mampu menjalankan bisnis pulsa ini. Misalnya,
dengan berjualan pulsa, baik yang berupa voucher fisik, maupun pulsa elektrik. Penghasilannya, meski tak banyak, namun bisa dikatakan lumayan untuk
menambah uang saku mereka.
Jadi,
marilah kita turut mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi di
pelosok desa. Salah satunya dengan menunaikan kewajiban kita sebagai warga
negara yang baik, yaitu membayar pajak tepat waktu. Agar pembangunan
infrastruktur tersebut dapat segera dilaksanakan dan saudara-saudara kita yang
berada di daerah terpencil atau pelosok desa, juga dapat segera merasakan dunia
dalam genggamannya.
No comments:
Post a Comment