Friday, October 16, 2015

Hadirnya Internet di Desa

Kata “pulsa” memang sudah tidak asing lagi bagi hampir setiap kalangan. Mulai dari anak kecil, hingga orang dewasa. Pulsa memang identik dengan alat-alat komunikasi seperti telepon genggam, atau yang lebih familiar dengan sebutan “Hp”. Sebenarnya, pengertian pulsa itu apa, sih? Ayo, jangan mengaku paham soal pulsa jika definisi dari pulsa itu sendiri kita tidak tahu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pulsa berarti; 1. denyut nadi yg terjadi karena detak jantung; 2. tegangan atau arus yg berlangsung beberapa lama, berbentuk segi empat atau gelombang sinus; 3. satuan dalam perhitungan biaya telepon; 4. Mus rangkaian denyutan berulang secara teratur yg terasa dalam musik.

Dari beberapa definisi di atas, yang paling sesuai dengan pembahasan kita kali ini adalah definisi ketiga, yang menyebutkan bahwa pulsa adalah satuan dalam perhitungan biaya telepon. Saat ini, pengguna telepon di Indonesia telah mencapai puluhan juta orang. Semakin lama, jumlah tersebut akan cenderung bertambah. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan orang-orang akan komunikasi terus meningkat. Komunikasi seolah telah menjelma menjadi kebutuhan pokok yang harus selalu terpenuhi guna menunjang kegiatan sehari-hari.

Dewasa ini, peranan pulsa juga kian bertambah. Pulsa tidak lagi hanya digunakan untuk menghitung biaya telepon. Seperti yang telah kita ketahui, pulsa juga bisa digunakan sebagai satuan dalam menghitung biaya internet. Bicara mengenai internet, juga berarti bicara mengenai perkembangan zaman yang semakin maju dengan teknologi yang semakin canggih dan modern. Semua kebutuhan orang-orang dalam kehidupan sehari-hari dapat digali informasinya melalui internet. Semua pertanyaan yang muncul dalam benak setiap orang, bisa terjawab dengan searching menggunakan internet.

Beberapa tahun silam, tepatnya sebelum masuk abad ke-20, orang-orang yang mampu mengoperasikan atau menggunakan jaringan internet, hanya segelintir. Paling tidak, bagi orang-orang yang memang telah berpendidikan tinggi. Dengan pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, penikmat internet sudah mencakup ruang lingkup yang luas dan hampir pada seluruh kalangan. Jika pada masa lampau, internet hanya dibutuhkan oleh orang-orang dewasa, mahasiswa, murid SMA, sekarang internet sudah menjalar ke dunia anak-anak. Bahkan bukan hanya bagi orang-orang yang tinggal di tengah kota. Orang-orang yang tinggal di daerah pelosok pun, seperti di desa, juga membutuhkan internet. Hanya saja, mereka memiliki berbagai kendala untuk bisa menikmati kecanggihan teknologi tersebut.

Kendala yang dihadapi tersebut merupakan akibat dari kurang meratanya pembangunan infrastruktur telekomunikasi di berbagai desa, yang menyebabkan sulitnya jaringan internet untuk masuk ke desa. Sehingga, akan banyak keluhan yang muncul ketika orang-orang yang berkeinginan untuk mengakses internet, tak dapat memenuhi keinginan tersebut karena tak ada jaringan atau sinyal.

Selain kesulitan dalam menemukan jaringan atau sinyal, masyarakat desa juga kesulitan dalam menemukan persediaan pulsa, baik pulsa dalam bentuk voucher fisik, maupun pulsa elektrik. Kurang meratanya pendistribusian menjadi salah satu masalah yang cukup besar. Padahal, pulsa adalah komponen paling penting (selain baterai) yang dapat mendukung sebuah handphone atau gadget lainnya agar dapat berfungsi secara optimal. Tanpa pulsa, handphone tersebut seakan tak ada gunanya. Tak bisa digunakan untuk menelepon, untuk SMS, bahkan untuk mengakses internet.

Jaringan (sinyal) dan pulsa, adalah dua hal yang erat kaitannya. Meski sinyalnya kuat, jika tak ada pulsa, yang ada hanyalah sia-sia. Tetap saja tidak bisa mengakses internet maupun menelepon dan SMS. Begitupun sebaliknya, jika pulsanya banyak, namun tak ada jaringan, maka koneksinya akan mengalami kegagalan. Akan tetapi, kedua hal yang sering menjadi kendala bagi masyarakat desa tersebut sebenarnya dapat diatasi sekaligus dengan satu cara. Dalam hal ini, peran pemerintah maupun swasta sangatlah penting. Dengan kerjasama yang baik antara pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat, maka dapat mendorong desa tersebut mengalami sedikit demi sedikit kemajuan. Masyarakat desa yang merasa bahwa internet sangat dibutuhkan oleh mereka, dapat mengusulkan secara baik-baik kepada pemerintah untuk bisa memberikan subsidi berupa pembangunan perangkat telekomunikasi yang dapat membantu lancarnya pengoperasian internet di desa tersebut. Berbagai perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi juga dapat dimintai bantuan untuk bekerja sama. Misalnya operator, yang dapat mendukung penyediaan jaringan telekomunikasi untuk mengoneksikan internet serta menyiapkan tenaga yang berfungsi menyosialisasikan keberadaan internet, sekaligus sebagai staf pengajar supaya masyarakat yang masih awam dengan dunia teknologi dapat mengoperasikan internet. Dengan bantuan dari berbagai pihak, maka keinginan masyarakat desa untuk bisa menikmati kecanggihan teknologi dapat segera terpenuhi.

Bisa dibayangkan, betapa banyak manfaat internet bagi masyarakat desa. Mereka bisa mengakses situs-situs penting yang mereka butuhkan. Mereka bisa menggali beragam informasi melalui internet. Bisa menambah lebih banyak teman yang berasal dari daerah yang jauh (melalui sosial media), dan juga bisa menambah setumpuk pengetahuan serta wawasan yang luas. Selain itu, internet juga bisa dijadikan sebagai media promosi bagi masyarakat desa yang produktif, atau yang memiliki kemampuan memproduksi sebuah produk. Sehingga, produk mereka juga bisa dikenal oleh orang-orang diluar desa tersebut. Hal itu sangat membantu dalam mengembangkan usaha atau bisnis yang mereka jalani. Internet juga bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan potensi desa dan tempat wisata tradisional ke seluruh masyarakat dunia. Karena itu, keberadaan internet akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa internet juga membutuhkan pulsa sebagai satuan hitung atas biaya yang digunakan dalam mengaksesnya. Sehingga, peranan pulsa sangatlah penting. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang baik juga dapat membantu penyebaran atau pendistribusian pulsa, baik pulsa yang berupa voucher fisik, maupun pulsa elektrik. Pulsa juga bisa dijadikan bisnis kecil-kecilan oleh kalangan manapun. Tak hanya orang dewasa, anak-anak yang masih berstatus pelajar pun mampu menjalankan bisnis pulsa ini. Misalnya, dengan berjualan pulsa, baik yang berupa voucher fisik, maupun pulsa elektrik. Penghasilannya, meski tak banyak, namun bisa dikatakan lumayan untuk menambah uang saku mereka.

Jadi, marilah kita turut mendukung pembangunan infrastruktur telekomunikasi di pelosok desa. Salah satunya dengan menunaikan kewajiban kita sebagai warga negara yang baik, yaitu membayar pajak tepat waktu. Agar pembangunan infrastruktur tersebut dapat segera dilaksanakan dan saudara-saudara kita yang berada di daerah terpencil atau pelosok desa, juga dapat segera merasakan dunia dalam genggamannya.

No comments:

Post a Comment